Reklamasi Lahan Tambang Dengan Tehnik Hydroseeding

Pendahuluan

Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya.

Masalah utama yang timbul pada wilayah bekas tambang adalah perubahan lingkungan, yang biasa berdampak terhadap perubahan morfologi dan topografi lahan. Lebih jauh lagi adalah perubahan iklim mikro, perubahan habitat biologi berupa flora dan fauna, serta penurunan produktivitas tanah, dimana tanah menjadi tandus atau gundul.

Untuk memperbaiki kondisi lahan yang rusak pasca pertambangan, maka perlu dilakukan upaya reklamasi. Reklamasi bertujuan untuk mencegah erosi, mengurangi kecepatan aliran air limpasan dan menjadikannya menjadi stabil dan lebih produktif. Dengan adanya reklamasi, diharapkan bisa menghasilkan nilai tambah bagi lingkungan dan menciptakan keadaan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

Bentuk permukaan wilayah bekas tambang pada umumnya tidak teratur dan sebagian besar berupa morfologi terjal. Pada saat reklamasi, lereng yang terlalu terjal dibentuk menjadi teras-teras yang disesuaikan dengan kelerengan yang ada, terutama untuk menjaga keamanan lereng tersebut.

Langkah awal reklamasi, biasanya dilakukan dengan sesegera mungkin menata lereng-lereng terjal dirapikan menjadi bentuk teras-teras. Kemudian dilakukan penebaran benih-benih cover crops sebagai tanaman penutup tanah. Teknik yang secara cepat mampu merevegetasi lahan-lahan tersebut adalah menggunakan teknik penanaman cepat dengan system Hydroseeding.

Hydroseeding

Hydroseeding, berasal dari kata “Hydro” yang artinya menggunakan media air dan “seeding” yang artinya menyemai benih. Secara umum hydroseeding berarti penyemaian benih yang dilakukan dengan bantuan media air, dengan system semprot. Hydroseeding adalah teknik penanaman benih metode semprot untuk penanaman skala luas dengan media air yang dicampur dengan material-material organik, diantara nya kompos saring, soil conditioner (humega / bio soil), benih, pupuk organik dan perekat StiQfier.

Material tersebut dicampur dan diaduk secara merata, sedemikian rupa didalam tanki hydroseeding yang memiliki stirrer, bersama dengan media air sehingga campuran menjadi homogen dan bersifat slurry. Selanjutnya adonan yang telah tercampur rata tersebut, disemprotkan secara merata kepermukaan lahan revegetasi. Jenis benih tanaman yang diaplikasikan disesuaikan dengan kebutuhan dan peruntukan area yang akan di revegetasi.

Dalam perkerjaan hydroseeding, wajib ada bahan perekat/StiQfier. Tanpa adanya perekat/StiQfier, maka campuran material hydroseeding tidak akan mampu tercampur dengan baik dan terangkat dari dalam tangki bersama dengan air keluar melalui selang atau pipa penyemprot
StiQfier, sebagai material perekat hydroseeding, memiliki daya rekat tinggi, mampu mengikat material-material organik yang tercampur air dengan baik, membentuk larutan kental yang homogen dan memberikan hasil semprotan yang merata saat diaplikasikan di lapangan.
StiQfier, adalah salah satu produk unggulan PT. Performa Qualita Mandiri (PT PAQAR). Produk ini, sudah banyak digunakan dalam pekerjaan hydroseeding, di lahan-lahan marjinal, di berbagai tingkat kemiringan lereng dan berbagai tipe-tipe tanah. Mulai dari tanah berpasir, bercadas, maupun berbatu. Mulai dari tanah berpH asam hingga normal.

StiQfier, mampu meningkatkan tingkat keberhasilan dalam proses pekerjaan hydroseeding. Sudah banyak dipakai oleh banyak kontraktor hydroseeding maupun perusahaan lainnya dalam menghijaukan lahan-lahan bekas tambang, bekas pengeboran minyak & gas, dan penghijauan lahan-lahan miring di sepanjang jalan tol. StiQfier, memiliki daya rekat tinggi, mampu mengikat bahan-bahan campuran hydroseeding dalam air dengan baik, membentuk larutan slurry dengan kekentalan yang baik, sehingga mampu keluar dari dalam tangki melalui pipa/ selang penyemprot dan menempel dengan baik di areal hydroseeding.

Tackifier hydroseeding StiQfier, mengandung bahan aktif PMA. PMA tidak merusak lingkungan, karena memiliki sifat Bio-degradable, mudah terdegradasi dan tidak beracun bagi manusia, hewan, ikan, dan tanaman; Monomer residual nya bio-degradable dan tidak menumpuk di tanah. (C. A Seybold, 2008).

PMA adalah polimer organik sintetik dengan berat molekul tinggi yang larut dalam air yang terutama berinteraksi dengan fraksi tanah. Tingkat interaksi tergantung pada sifat- sifat polimer dan sifat-sifat tanah. Efektif dalam menstabilkan agregat tanah, mengurangi erosi tanah, dan meningkatkan infiltrasi air, dan juga memiliki dampak tidak langsung yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. (C. A. Seybold, 2008).

StiQfier, perekat hydroseeding, mampu mengikat campuran material hydroseeding menjadi kental dan berdaya rekat tinggi pada permukaan tanah yang akan dihydroseeding. Mampu menyerap air dan mempercepat benih berkecambah.

StiQfier perekat benih dan material hydroseeding, diperkaya dengan polysaccharide, memiliki keunggulan mampu membuat benih dan material hydroseeding tercampur rata (homogen), tidak menggumpal, lebih lembut, serta tidak mudah mengendap, berdaya rekat tinggi, dan mampu menghasilkan semprotan yang merata serta menempel dengan baik di areal yang disemprot.

Proses aplikasi StiQfier dibantu dengan penggunaan JuteNet dan mulsa (serasah jerami, serasah bambu), di lahan dengan kemiringan lebih dari 30o, mampu meningkatkan jumlah material dan benih yang menempel di areal hydroseeding.

Keuntungan Menggunakan Teknik Hydroseeding
  1. Reklamasi lahan tambang dengan menggunakan teknik hydroseeding, mampu menyelesaikan penanaman lahan-lahan marginal dengan berbagai kemiringan yang ada dalam waktu yang relatif singkat untuk areal yang relatif luas. Covering lahan yang cepat di areal yang telah dilakukan hydroseeding mengurangi terjadinya resiko erosi dan sedimentasi.
  2. Hydroseeding efektif untuk areal lereng (dan areal yang tidak terjangkau tenaga manusia) dan membantu mengontrol/ meminimalisir laju erosi.
  3. Tingkat perkecambahan benih lebih tinggi dan waktunya lebih cepat. Serat mulsa membantu mempercepat proses perkecambahan dengan mempertahankan tingkat kelembaban benih.
  4. Revegetasi yang dilakukan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi meskipun pada kondisi tanah yang kritis (miskin hara). Dengan tehnik yang tepat, revegetasi di areal pertambangan dapat dilakukan, sehingga hal ini akan berangsur memperbaiki kondisi fungsi lingkungan pada area PascaTambang.

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat